Public Speaking Gampang Loh
ArticleTerampil dalam public speaking harus dimiliki semua orang nggak sih?. Ya paling tidak, buat kita atau gue deh yang sering bersosialisasi dengan banyak orang.
Sering kali situasi mengharuskan gue untuk berbicara di umum. Lalu apa jadinya, kalau saat itu tiba, gue justru gorgi, gugup, tidak bisa berkata-kata dan justru keluar keringat dingin? Malu banget kan..
Public speaking adalah salah satu ketrampilan berkomunikasi didepan orang banyak /publik /umum.
Biasanya public speaking memiliki tujuan seperti menyampaikan informasi, menjelaskan, membujuk, memandu suatu acara dan lain sebagainya. Contoh dalam public spekaing juga beragam seperti pidato, ceramah, presentasi, orasi, MC bahkan mengajar di kelas.
Bagi mahasiswa, ini adalah salah satu soft skill yang sangat berguna bukan hanya ketika dibangku kuliah saat presentasi tugas saja. Mahasiswa yang memiliki ketrampilan public speaking yang baik bisa menjadi lebih percaya diri untuk menyampaikan ide dan gagasannya kepada orang lain saat di dunia kerja nantinya.
Karena public speaking merupakan bentuk komunikasi, tentunya komunikasi yang efektif menjadi tujuan dari aktivitas ini. Komunikasi efektif terjadi, apabila pesan yang disampaikan seseorang (komunikator) dapat diterima dengan baik oleh penerima pesan/ audience (komunikan)
Keterampilan Public Speaking yang baik? Gimana sih Caranya!
Tidak ada hasil yang mengingkari usaha. Artinya, perlu adanya beberapa tahapan yang dipersiapan sebelum berbicara di depan orang banyak. Umumnya, ada 4 tahap yang biasa disebut 4P, yakni :
1. Plan (Rencana)
Pada tahap pertama ini, kita harus mencari tahu konteks atau situasi yang akan kita hadapi nantinya.
- Apa tujuan public speaking?
- Di mana tempatnya?
- Siapa audience?
- Kapan dilaksanakan?
Ketika kita memahami tujuan public speaking, hal ini akan membantu dalam menyiapkan materi dan cara menyampaikan materi tersebut. Misalnya, cara menyampaikan pesan orang yang berceramah tentu akan berbeda dengan orang yang akan menawarkan suatu produk.
Kita juga harus memahami siapa audiencenya, apakah lebih muda, lebih tua atau sebaya. Jika kita memahami siapa penerima pesan, kita akan dapat memilih pesan yang lebih efektif. Contohnya, ketika audiencenya anak-anak, suatu informasi akan lebih efektif dengan gaya bahasa yang mudah dipahami dan dengan pembawaaan yang ceria dan tidak terlalu formal agar mereka tidak cepat bosan.
2. Preparation (Persiapan)
Tahap kedua ini, digunakan untuk mempersiapkan materi. Jika akan melakukan presentasi berarti kita harus membuat slide presentasi yang baik. Jika kita akan ceramah, berarti pelu mempersiapkan naskahnya. Dan jika akan menjadi MC (master or ceremony) suatu acara, penting kita mempersiapakan susunan acaranya dan riset hal-hal terkait.
Jika materi-materi tersebut lebih untuk kebutuhan komunikasi verbal (dalam bentuk tulisan dan kata-kata), maka seorang public speaker juga memerlukan persipaan komunikasi non verbal. (Tulisan mengenai komunikasi non verbal akan saya tulis kemudian).
Komunikasi Non Verbal adalah jenis komunikasi isyarat atau pesan tersirat, seperti facial display (kontak mata, senyum) lalu ada juga gesture, posture, dan lain sebagainya.
Ternyata, penampilan berpakaian juga menjadi salah satu komunikasi nonverbal. Persiapkan juga dress code/ pakaian yang akan digunakan. Pakaian harus sesuai dengan konteks/ tema acara. Jangan sampai malah saltum (salah kostum) dan justru menurunkan tingkat percaya diri.
3. Practice (Latihan)
Practice makes perfect.
Jangan pernah bosan untuk latihan. Gue yang banci untuk tampil semenjak SD, mulai melatih public speaking dengan cara berbicara di depan cermin, pohon atau benda mati lainnya. Disitulah gue dapat melihat refleksi diri ketika berbicara. Selanjutnya, gue biasanya meminta Ibu gue sebagai audience, yang kemudian akan memberikan masukan dan kritik terhadap penampilan gue.
Sekarangpun ketika gue akan menjadi MC atau akan mengajar siswa, gue masih suka melatih diri di depan cermin. Selain mengoreksi penampilan, hal ini membantu gue menguatkan pemahaman terhadap materi.
4. Performance (Penampilan)
Setelah perencanaan, persiapan dan pelatihan kita lakukan dengan baik, saatnya kita tampil di depan umum. Agar hati tenang sebelum tampil, sebaiknya kita tidak datang terlambat. Supaya, jika ada hal-hal yang terlewatkan kita dapat memenuhinya sebelum kita tampil. Maksimal 30 menit sebelum acara berlangsung kita sudah berada di lokasi. Dan jangan lupa berdoa 😉
Public speaking memang sering kali menjadi momok bagi banyak orang. Itu mengapa, ketika gue diminta teman gue, Seorang introvert yang ingin mengajar dengan leluasa. Untuk menyampaikan materi public speaking, gue merasa senang karena dapat berbagi pengalaman. Kebetulan gue sekarang juga lagi buat podcast untuk melatih gue terus pandai berbicara. Podcast ini memang bertujuan sebagai media pembelajaran untuk gue selain di ruang kelas. Bagi gue sendiri, program ini juga menjadi sarana untuk lebih dekat dengan teman-teman gue. Sehingga, hal-hal yang menjadi kesulitan gue dapat ditampung dan dicarikan solusinya.
Di kesempatan tersebut gue mendapat berbagai plajaran. Umumnya bagaimana mengatasi grogi dan meningkatkan rasa percaya diri tampil di muka umum. Mengatasinya, tidak lain adalah dengan persiapan yang baik seperti di sebutkan di atas dan jangan ragu untuk meningkatkan jam terbang.
Jangan mau selalu menjadi follower, namun beranilah menunjukkan kemampuan diri di depan banyak orang.
Public Speaking is a Skill. Developed through experience and training
Keep in touch!
See you, peace