Senyum Tetangga Di Hari Raya Idul Adha 1443H
daily-blogSukaria Dalam Kegiatan Idul Adha 1443H
Jumlah hewan Qurban 1443H Mushola Al Mukhlishin, sapi sebanyak 5 (lima) ekor dan kabing sebanyak 17 (tujuh belas) ekor, jumlah ini menjadi jumlah yang cukup banyak dari tahun-tahun sebelumnya.
Pendistribusian dagiang dilakukan pukul 14.00 - 16.00, ini merupakan waktu tercepat dari waktu-waktu sebelumnya, yang biasanya daging baru bisa di distribusikan pukul 16.00 WIB hingga menjelang maghrib.
Dilandasi niat tulus dan ikhlas dalam proses kepanitiaan Qurban yang menjadi patokan dan salah satu amanah dari ketua DKM Al Mukhlishin, agar pelaksaan menjadi efisien dan cepat serta aman.
Tim pemotongan sapi sebanyak 5 orang sebagai pemegang hewan, dan 1 orang sebagai penyembelih. Dari 5 sapi yang menjadi hewan qurban, terdapat 1 sapi yang "agak ngeyel" oleh karena itu diperlukan waktu sekitar, 10-30 menit untuk menjinakan sapi tersebut.
Sedangkan proses pemotongan kambing sangatlah cepat dengan 3 orang sebagai tim pemegang hewan, 2 orang sebagai pengambilan hewan dan penggantungan guna untk dikuliti, dan 1 orang sebagai penyembeli. sangatlah cepat. Pukul 10.00 WIB, penyembelihan kambing/domba selesai sudah.
Dengan jumlah total panitia kurang lebih 80 orang berikut Ibu-ibu sebagai tim masak-masak untuk makan siang.
Canda tawa pun terlihat, dengan bibir yang membentuk huruf 'U' menandakan kebahagiaan panitia dalam proses penyembelihan, panggil sana-sini, hitung 1,2,3.. serta gemuruh takbir seakan-akan menjadi lagu yang biasanya menjadi penyemangat dalam bekerja, akan tetapi ini sangatlah semangat.
Saling teriak antara tim A dengan tim lainnya untuk menyanakan masing-masing kesulitan dalam proses pengulitan, hingga pemotongan daging. Berbagai bahasa terdengar dengan ciri khas logatnya masing-masing, dimana bahasa Jawa mendominasi.
Hingga larut malam anak-anak terus berada di sekitar mushola hanya untuk melihat kedatangan sapi, karena sapi dikirim langsung dari Malangbong, Tasikmalaya, dengan perkiraan datang pukul 00:00 WIB.
Hingga ada beberap anak yang dihampiri orang tuanya agar pulang terebih dahulu, karena takut besok malah ndak bisa ikut sholat Ied, tidak lagi berurusan dengan game dalam handphone. karena kesepakan nya "ndak boleh bawa HP kalau mau ke mushola untuk liat kambing/sapi" mereka pun alih-alih memainkan Game Uno (kartu uno). wwkwkw... Akupun ikut bernostalgia dengan bermain bersama mereka yang masih kelas 3-5 SD.
Indah rasanya bisa melihat tetangga saling tegur sapa dalam senyuman. Semoga ini akat terus berlangsung dalam kehidupan sehari-hari.
Segini dulu cerita dariku, tentang kegiatan Idul Adha di kampung halamanku. Bagimana dengan kampung halamanmu?





