Hidup di dunia, di lingkungan dan pertemanan ini pasti ada saja di antara mereka yang membicarakan kita di depan maupun di belakang. Entah itu yang membuat kita berubah menjadi seperti apa? Yang seharusnya kita tidak permasalahkan tentang opini mereka mendefinisikan diri kita. Karena kita bisa saja menjadi orang yang jujur, baik pintar, dan kreatif, namun mereka tetap membicarakan kita tentang hal yang negatif.
Ada banyak faktor yang menyebabkan seseorang membicarakan kita. Bisa jadi karena mereka tidak menyukai kita secara umum atau merasa iri, atau bisa jadi justru kita yang memang salah.
Dari sini kita belajar untuk mengurangi dari apa yang dipikirkan orang lain, dan 'ngak apa-apa' untuk menerima itu sebagai bagian dari kritik atas pendapat itu sendiri. Karena ada perbedaan antara menerima nasihat dan kritik yang sehat vs menerima penilaian yang sama sekali enggak ngebantu merubah pola pikir kita.
Nasihat yang baik biasanya berasal dari orang yang percaya atas pendapat mereka bisa membantu kita menjadi lebih baik.
Semakin sukses/hebat kita, semakin banyak yang membicarakan kita, oleh karena itu dititik ini sama sekali tidak ada gunanya kita diam dan hanya mendengarkan omongan mereka yang membuat kita lambat untuk berkembang. Oleh karena itu kita harus mengakui siapa diri kita atau apa yang kita inginkan. Kemudian kita akan mengetahui pendapat mana yang akurat dan mana yang tidak. Karena pendapat kadang-kadang dibandingkan sebagai fakta ketika kita tidak yakin dan tidak faktual.
Pendapat hanyalah sudut pandang, penilaian, atau asumsi yang berbeda dari apa yang mereka pikirkan tentang kita. Kenyataannya enggak banyak yang tahu apa yang terjadi dibalik pintu tertutup. Pikiran manusia sering kali sangat ingin tahu tentang bagaimana teman mereka memandang mereka sehingga mereka menjadi tidak aman dan melakukan hal yang tidak diinginkan.
Kita menjadi tidak aman sampai pada titik di mana pemikiran dan keyakinan orang lain membentuk kembali keputusan kita. Apakah itu mengubah beberapa bagian dari rutinitas kita yang biasa karena orang lain menganggapnya tidak normal atau tidak melakukan lompatan menuju ide baru karena rekan lain berpikir itu tidak akan berhasil. Itu adalah cara sempurna untuk menjalani kehidupan yang tidak bahagia dan tidak aman.
Hanya berharap dan percaya bahwa banyak yang membaca ini tidak ingin menjalani kehidupan seperti itu. Oleh karena itu, mari berhenti sejenak untuk bertanya pada diri sendiri apakah yang dikatakan orang lain itu benar sebelum melompat ke asumsi tentang orang lain yang sedang berbicara. Jika itu tidak benar, maka kita lebih tahu untuk tidak peduli dengan penilaian dan terus maju. Atau sebaliknya, jika itu benar, maka kita harus service dan ganti oli diri sebelum melanjutkan perjalanan.
Hidup ini terlalu singkat untuk memedulikan apa yang dipikirkan orang lain, karena setiap individu memiliki keunikan dengan caranya masing-masing, dan kita tidak akan pernah mencapai potensi penuh pada diri kita dengan melakukannya. Gue berharap ada seseorang yang mau mengajari ini lebih cepat, karena terkadang gue masih bergumul dengan ini.
Dulu gue terlalu peduli dengan pendapat orang lain ketika gue harus hidup berdasarkan pendapat gue sendiri dan tidak membiarkan orang lain mengubah siapa gue. Terlalu memedulikan pendapat orang lain tentang kita dapat mempengaruhi kita untuk mengubah kepribadian kita dan kemudian seluruh diri kita.
Mengubah seluruh diri kita atas pendapat orang lain lebih dari kesalahan besar, tetapi dampak penyesalan terdapat pada masa depan kita.
You can't connet the dots looking forward, you can only connet the dots looking backwards. -Steve Jobs
Mungkin saja, mengambil pendapat orang tentang kita ke dalam hati, akan mencegah kita mengejar impian karena kitab tidak keluar dari zona nyaman yang sedang kita alami, dan sebaliknya, kita akan kehilangan keinginan untuk mengambil risiko, yang merupakan keharusan untuk mencapai impian besar.
Jika kita hidup dengan pendapat orang lain, maka pada akhirnya, bisa jadi kita adalah satu-satunya yang akan menanggung akibatnya. Misalnya, memilih untuk tidak menindaklanjuti tujuan kita karena pendapat orang lain tentang "itu tidak akan berhasil" atau "itu tidak mungkin" akan membebani kemungkinan kita melakukannya.
Masing-masing dari kita memiliki kekuatan untuk membuat pilihan kita sendiri dengan memilih untuk membiarkan pendapat mendapatkan yang terbaik dari kita atau melewatinya dan terus menjadi diri kita sendiri dengan berjuang menuju masa depan yang ingin kita jalani.
Menjadi tanggung jawab kita untuk tidak memedulikan pemikiran dan pendapat orang lain karena jika kita terobsesi dengan apa yang dipikirkan orang lain, maka kita akan melupakan siapa diri kita. Ini juga ada hubungannya dengan bagaimana kepedulian begitu perlahan membuat kita menjadi orang yang menyenangkan, dan lebih dari sulit untuk membuat semua orang puas. Melepaskan pendapat orang lain atau bagaimana mereka akan menilai kita akan membuat jiwa kita lebih bebas, dan kemudian akan menemukan siapa diri kita.
Jujurlah pada diri sendiri! Karena pendapat orang lain tidak layak untuk mengubah diri sendiri, kepribadian, gaya hidup, dan tujuan kita, karena kita hanya memiliki satu kehidupan di dunia. Hiduplah sesuai dengan apa yang kita inginkan dan masa depan yang kita inginkan, nantinya, menjadi kenyataan. Tanpa membohongi diri, merugikan atau 'memanfaatkan' orang lain.
Melalui
pelatihan sebulan penuh, maka segala aktivitas baik di bulan Ramadhan seharusnya
bisa diaplikasikan dalam kehidupan terus menerus, tanpa menunggu bulan Ramadhan
datang.
Bulan Ramadhan
dijadikan khusus oleh Allah, yang sudah di atur dalam satu tahun itu ada satu
bulan Ramadhan, seperti tentara yang sudah di atur jam makan, tidur, apel dan lain
sebagainya. Semoga kita semua bisa dipertemukan di bulan Ramadhan selanjutnya dalam
keadaan sehat jasmani dan rohani, Aamiin.
Setelah melakukan
pelatihan satu bulan penuh, maka pada 1 Syawal menjadi hari yang istimewa,
karena bisa menyambut kemenangan dengan suka cita. Sekakan-akan setelah melalui
pelatihan mendapatkan sertifikat yang menandakan bahwa sudah selesai.
Selesai
dalam arti adalah pelatihan secara khusus. Maka, setelah melakukan pelatihan, akan
aneh rasanya jika hal-hal kebaikan yang dilakukan saat pelatihan, tidak
diterapkan pada kehidupan terus-menerus.
The true
practice of fasting should encompass our entire lives in all aspects. This includes
not only abstaining from food and drink during the day in Ramadan but also applying
the principles of fasting in our everyday lives. – Emha Ainun Nadjib
Lalu, apa
yang tersisa dari suasana Idulfitri terhadap dirimu?
Idulfitri
Idulfitri
mengandung banyak usur makna baik. Secara aspek bahasa dapat diartikan kembali kepada
fitrah atau kesucian. Idulfitri juga dimaknai sebagai bentuk refleksi diri,
kegembiraan, dan rasa syukur.
Menjadi kemenangan bagi mereka yang sudah
melewati pelatihan.
Di
Indonesia sendiri pada umumnya memiliki banyak kultur (tradisi) saat Idulfitri,
diantaranya : mudik, bersedekah, ziarah kubur, dan HBH (silaturrahmi). Dan setiap
daerah biasanya memiliki tradisi yang berbeda
antara 1 kota dengan kota lainnya.
Tradisi yang
dilakukan tentunya memiliki makna yang mendalam sehingga sangat dirindukan oleh
banyak orang untuk melakukan hal tersebut.
Mudik, yaitu
tradisi pulang kampung yang dilakukan oleh mereka yang merantau di luar kota
untuk merayakan Idulfitri dikampung halaman bersama keluarga.
Bersedekah,
yaitu berbagi kepada sesama, sanak sodara, dan kerabat. Biasa disebut THR
(Tunjangan Hari Raya). Berbagi tidak hanya uang, Tapi juga barang, seperti
makanan, sembako, dan sebagainya.
Ziarah kubur, yaitu momen untuk mengunjungi makam keluarga dan orang tua. Saat
melakukan ziarah kubur, umat muslim Indonesia biasanya mendoakan keluarga yang
telah mendahuluinya kemudian dilanjutkan dengan menaburkan bunga dan menyiram
air.
Silaturrahmi
atau Halal bi halal, yaitu berkunjung dan berkumpul bersama teman, kerabat, dan
keluarga besar. Biasanya, saat berkunjung juga terdapat budaya sungkeman atau
menyalami orang yang lebih tua sebagai bentuk penghormatan dan saling memohon
maaf.
Tradisi apa yang biasa dilakukan di kota atau keluargamu saat Lebaran? Bagaimana kamu memaknai tradisi tersebut!
Dalam kehidupan, orang selalu datang dan pergi. Makannya, gue belum ada sosok spesifik untuk ditulis tentang topik kali ini. Gue tau banget orang-orang terdekat saat ini adalah mereka yang memberikan arti hidup. Seiring berjalan, orang-orang terdekat pasti akan ada yang bertahan, ada yang pergi, kemudian digantikan dengan yang baru. That's life.
Mengambil sedikit dari quote dalam film Enola Holmes 2, "No one should be alone all the time, a friend would do you well" dan dalam film Into the Wild, "Happiness is only real when shared."
Gue setuju. Hidup nggak cuman soal gue, tapi gimana orang-orang terdekat gue juga bisa merasakan apa yang membuat mereka bahagia. Dan yah... ketika mereka bahagia, gue juga otomatis akan ikut bahagia. Terlepas dari apapun itu, pasti ada senyuman yang muncul dalam hati.
Wacana
Seminggu sebelum gue Ngeliwet, mulai lah wacana akan rindu yang seakan-akan sekedar iming-iming belaka. dimana satu dari mereka mulai memancing akan wacana untuk berkumpul. Tanpa ada inti acara, dan gue secara spontan berkata "Udah lama nggak ngeliwet". Dan mulai bermunculan orang-orang yang awalnya hanya melihat grup untuk sekedar membaca, mulai membalas.
Akhirnya disetujui dengan kesepakatan musyawarah mufakat, bahwa acara ini akan berlangsung di bogor sebrang kali Cisadane. Mulai salah satu dari mereka membuat list akan kehadiran. Dan you know lah.. selalu ada kegagalan dalam wacana grup angkatan, teman sekolah, kuliah, maupun grup RT sebelah, wk.
Tepat di hari H, tiba-tiba tuan rumah memberi kabar, bahawasanya rumahnya sedang tidak cocok untuk dihuni karena sedang ada hajatan, yang akan membuat teman-teman merasa tidak nyaman. Mau tidak mau akhirnya plan B pun di lakukan, kita mencari rumah siapa nih yang kira-kira enak untuk di huni dan berkumpul bareng teman?.
Cinangneng, di kaki Gunung Salak, akhirnya menjadi tempat bertemu (titik kumpul). Tempat dimana udara yang orang Bekasi idamkan, wk.
Kumpul
Setelah beberapa lama tidak berkumpul, akhirnya waktu dan wacana mempertemukan gue dengan teman-teman gue. Entah hanya gue atau loe juga merasakan, saat gue memperhatikan gaya teman-teman gue lewat sosial media, mereka terlihat berbeda. Tapi, ketika bertemu kembali, mereka seakan-akan menjadi mereka yang dulu pernah gue kenal, dan itu yang gue rindukan.
Selalu ada orang yang menjadi "Ok, yaudah gue aja yang beli", wk, entah, dan memang begitu. Awalnya gue kira dia sudah di depan, karena dia sendiri. Tanpa gw sadari saat gue sudah dekat di lokasi, dan berhenti sejenak sekedar membeli air untuk menghilangkan rasa haus, tiba-tiba salah satu dari teman gue bertanya "si H mana ton?". Muncul rasa bersalah dari gue :v, yang udah rela ninggalin dia begitu aja, wkwk.
Setelah kami sampai, salah satu dari teman gue ngajak gue untuk menyusul si H yang ketinggalan di belakang dan harus membeli bahan-bahan untuk Ngeliwet, yah.. begitulah pertemanan.
Makan
Akhirnya Ngeliwet pun di mulai. Mereka-mereka yang semenjak di sekolah dulu sudah faham dengan profesinya saat akan masak-masak, sudah memasang kuda-kuda untuk melakukan tugasnya :
Sambal
Nasi Liwet
Kerupuk
Ayam Bakar
Lalap
Tatakan Makan
dan lainya
Sambil menunggu semua siap, tak lepas dari mereka yang notabennya Gamer Ganteng Idaman, sudah memposisikan Hp dengan simetris, mengencangkan celana dalam, dan mulai terdengar "Defeat", wk.
Makan-makan pun akhirnya terlaksana, dengan posisi standar satu, Ngaliwet pun dimulai.
Bewacana Lagi
Setelah semua beres, seperti biasa, Bercerita pun dimulai, wk. Nggak perlu gue gambarin lah, gimana kalo temen-temen lama bertemu dan berbagi cerita.
Pada kahirnya Wacana selanjutnya mulai di bicarakan, tentang rencana selanjutnya dan meneruskan agenda kegiatan yang sudah lama terhenti, "bal-bla-bla".
Yah, begitu deh pokoknya. wk. Selalu ada Suka & Duka dalam pertemuan.
Sedikit Cuplikan tentang Ngaliwet
Jadi gimana, kapan, kita, atau kamu sama aku :v kumpul lagi?
Well... Hi Hello......! Hope you always Healty and Happy
Daily Blog kali ini akun ingin sedikit cerita tentang kegiatan di kampung halamanku selama bulan agustus kemarin, dalam memeriahkan HUT RI yang ke-77.
Ini Tentang 17 Agustus di Kampung Halamanku
17 Agustus 2022 menjadi waktu untuk revolusi setelah 2 tahun dikurung dalam rumah karena adanya pandemi yang entah sampai kapan akan berhenti. 2 tahun tanpa perlombaan dan kemeriahan untuk selalu mengenang jasa para pahlawan dengan di deklarasikannya Proklamasi oleh Hokage pertama.
Gemuruh suara mereka dalam kegiatan perlombaan terdegar menggoyakan hati untuk ikut serta dalam setiap jenis kegiatan di hari itu. Mekera yang masih berumur 3-6 tahun begitu semangat untuk ikut serta dalam kegiatan ini, meminta orang tuanya untuk mendaftarkannya dalam perlombaan dan memilih untuk ikut di beberapa perlombaan.
Menemani panitia menyiapkan alat-alat dari 3 hari sebelumnya, berlari kesana-kesini untuk mengetahui track yang akan menjadi lomba mereka nanti.
Hari dimana perlombaan pun tiba, mereka berbais di pagi hari untuk mengikuti Upacara pengibaran Bendera Merah Putih dengan menggunakan seragam yang 1 warna serempak, dengan support dari para orang tuanya.
Setelah upacara selesai mereka bergegas ke rumah masig-masing untuk berganti pakaian dan sarapan agar tidak terlewatkan namanya saat di panggil panitia untuk mengikuti perlombaan.
Berbagai macam lomba pun berlangsung di setiap RT memiliki lomba yang berbeda-beda seperti :
Masukin bola/bendera sesuai warna
Menghias sepeda
Balap kelereng
Balap Karung
Makan kerupuk
dan lainnya
Mereka para Remaja maupun orang tua yang ikut serta dalam perlombaan olahraga meliputi :
Futsal
Badminton
Mancing
dan lainnya
Terluka bukan lagi jadi masalah dalam kegiatan ini, seperti para pahlawan yang rela berkorban di kala itu sehingga saat ini kita bisa bergerak tanpa paksaan.
Malam Panggung Hiburan
Di lanjutkan Malam Panggung Hiburan dan Doa bersama untuk para pejuang di malam ahad, 20 Agustus 2022.
Pembagian hadiah bagi mereka para juara di perlombaan kemarin, dengan siap berbaris di depan panggung untuk menantikan namanya di panggil untuk maju kedepan mengambil hadiah yang pantas mereka dapatkan karena perjuangan mereka berlomba dalam sportif.
Macam penampilan di tampilkan di malam itu, mulai dari :
Tarian daerah
Puisi
Drama
Seni Bela Diri
Qosidah
Live Music
Dangdutan
dan lainnya
Memeriahkan acara di malam itu, bersorak ramai para penonton memberi tepuk tangan dari setiap performance yang anak-anak dan para remaja tampilkan, walaupun berlatih hanya dalam waktu yang singkat, tetapi dengan hasil yang memuaskan sehingga menghibur para warga sekitar.
Terimakasih para panitia yang telah membatu kegiatan-kegiatan ini dan para dermawan yang telah mendonasikan untuk support kegiatan ini.
Ada rasa malas sebenrnya ketika menjadi Anak Muda kampung yang selalu menjadi suruhan mereka para orang tua untuk mengisi kegiatan di kampung halaman, tapi karena suara dan semangat "mereka" yang menjadi penyemangat untuk ikut serta berpartisipasi dalam acara tersebut.
Nantikan keseruan kegiatan Tentang Kemarin August dalam bentuk vidio di Youtube Anton Nugroho
Segini dulu cerita dariku, tentang kegiatan Bulan Agutsus 2022 di kampung halamanku. Bagimana dengan kampung halamanmu?
Antongrh.com - Idul Adha menjadi momentum penting bagi warga Mushola Al Mukhlishin, antusias masyarakat sekitar untuk mengikuti kegiatan penyembelihan hewan qurban sangatlah tinggi. Mulai dari proses penerimaan hewan, penyembelihan, pengulitan, hingga proses distribusi daging ke seluruh warga sekitar.
Jumlah hewan Qurban 1443H Mushola Al Mukhlishin, sapi sebanyak 5 (lima) ekor dan kabing sebanyak 17 (tujuh belas) ekor, jumlah ini menjadi jumlah yang cukup banyak dari tahun-tahun sebelumnya.
Pendistribusian dagiang dilakukan pukul 14.00 - 16.00, ini merupakan waktu tercepat dari waktu-waktu sebelumnya, yang biasanya daging baru bisa di distribusikan pukul 16.00 WIB hingga menjelang maghrib.
Dilandasi niat tulus dan ikhlas dalam proses kepanitiaan Qurban yang menjadi patokan dan salah satu amanah dari ketua DKM Al Mukhlishin, agar pelaksaan menjadi efisien dan cepat serta aman.
Tim pemotongan sapi sebanyak 5 orang sebagai pemegang hewan, dan 1 orang sebagai penyembelih. Dari 5 sapi yang menjadi hewan qurban, terdapat 1 sapi yang "agak ngeyel" oleh karena itu diperlukan waktu sekitar, 10-30 menit untuk menjinakan sapi tersebut.
Sedangkan proses pemotongan kambing sangatlah cepat dengan 3 orang sebagai tim pemegang hewan, 2 orang sebagai pengambilan hewan dan penggantungan guna untk dikuliti, dan 1 orang sebagai penyembeli. sangatlah cepat. Pukul 10.00 WIB, penyembelihan kambing/domba selesai sudah.
Dengan jumlah total panitia kurang lebih 80 orang berikut Ibu-ibu sebagai tim masak-masak untuk makan siang.
Canda tawa pun terlihat, dengan bibir yang membentuk huruf 'U' menandakan kebahagiaan panitia dalam proses penyembelihan, panggil sana-sini, hitung 1,2,3.. serta gemuruh takbir seakan-akan menjadi lagu yang biasanya menjadi penyemangat dalam bekerja, akan tetapi ini sangatlah semangat.
Saling teriak antara tim A dengan tim lainnya untuk menyanakan masing-masing kesulitan dalam proses pengulitan, hingga pemotongan daging. Berbagai bahasa terdengar dengan ciri khas logatnya masing-masing, dimana bahasa Jawa mendominasi.
Alhamdulillah, masih bisa dipertemukan dengan dua keluarga yang sejak SMP selalu menyambut dan menerima kedatanganku, mereka yang mau mendengar cerita-ceritaku.
Irfan dan Rizal, mereka yang memberiku kesempatan pertama kali untuk belajar tentang mengajar, belajar tentang sebuah kegiatan di daerah mereka, ketika aku liburan di waktu SMP. Keluarganya menyambutku dengan hangat dan membolehkanku menginap untuk waktu yang lama di rumahnya, dan bahkan sampai diberikan pakaian.
Aku belajar banyak dari keluarga ini, keluarga yang bisa memperdayakan lingkungan sekitar, membangun tentang rasa kebersamaan, dan kenyamanan.
Aku belajar tentang indahnya sebuah perkumpulan, dimana bertukar cerita dan berbagi pengalaman antara satu dengan yang lainnya.
Keluarga...
kata Keluarga sudah kujadikan mereka kedalam hidupku.
Terimakasih untuk Keluarga besar Emak Haji, dan H. Abd Aziz yang telah menerimaku dimasa itu, dimana ketika itu aku masih belum mengerti tentang sosial, tentang apa itu keluarga apa itu tetangga. Dan sekarang aku telah memahaminya tentang setiap pelajaran yang waktu itu engkau berikan.
Semoga Allah membalas kebaikan keluarganya dengan sebaik-baiknya balasan, di berikan kesehatan, dan dimudahkan dalam segala urusan serta dilancarkan rezekinya.
Ahad, 2 Mei 2022 / 1 Syawal 1443 H menjadi momentum yang entah akan tetap atau berpisah, tetap dekat atau berjarak, tetap dengan pertanyaan yang sama atau beda:v wkwkwkw...
Dua tahun sudah tidak di temani dia dihari yang indah ini. Dia yang selalu memberiku nasihat (wejangan), yang menjadi pengingat dalam setiap kejadian. Rindu ini sudah semakin kuat dan hanya do'a yang bisa ku kirimkan, bukan lagi seperti mereka yang masih bisa memberikan baju baru.
Maafkan segala kesalahan ku dimasa itu, belum banyak yang bisa kuberikan, yang bisa kubuktikan, seperti orangtua lainnya yang menceritakan kehebatan anak-anaknya. Maaf 🙏.
"Ya Tuhan ku, Ampunilah segala kesalahanya, tempatkanlah dia disisi terbaikmu"
Sepenggal cerita saat pertama kali dibohongi G. Maps ketika saya sudah berada dekat dengan lokasi, tepatnya dijalan 1 arah untuk sampai ke Kp. Istal - Bogor.
Sabtu, 28 November 2021
Sore pukul 13:30 saya memulai perjalanan dari Bekasi ke Kp. Istal, saya memilih untuk lewat jalur cileungsi, Cibinong, Yasmin, Atang Sanjaya, dan masuk kedalam Tenjolaya. dari Bekasi ke Tenjolaya sekitar 4 jam 30 menit. Saya berhenti sejenak sambil menunggu teman saya yang katanya tahu sekitar Tenjolaya.
Langit Pun Sedih
Teman saya yang berinisial A (Aldin) tidak juga datang menemuni saya, sampai saya datang kerumahnya dan menunggu di depan rumahnya. samapi lagit mulai gelap dan air mulai turun dari atas, tes..tes... si Aldin belum juga pulang. akhirnya saya pergi mencari warung untuk menghangatkan diri meneguk secangkir kopi yang saya bawa sendiri. sampai air turun dengan cepat, secepat waktu yang sudah masuk waktu maghrib. dan akhirnya dia pulang kerumahnya, saya pun menghampiri rumahnya dengan menggunakan jas hujan.
Berkendara Di Kala Langit Menangis
Akhirnya kita berdua berangkat ke Kp. Istal pukul 18:30 dan keadaan langitpun masih hujan, demi sampi ketempat tujuan, karena sudah ditunggu teman-teman disana. Kami sempat berhenti sejenak untuk membeli air, dan melanjutkan perjalanan naik, turun, lobang, jenglugan. Karena teman saya yang mengendarai didepan, tangan dia sampai pucat sekali, bahkan kaku. kami terus mengkuti Maps untuk sampai ke tempat.
Maps Yang Membagongkan
Ketika maps menunjukan bahwa akan sampai dalam 10 menit lagi kami pun senang, karena sebagian tubuh kami sudah basah diterpa hujan yang lumayan besar. tepat di posisi yang map tunjukan bahwa kami sedah sampai di lokasi yang ternyata hanya jalan setapak yang dikelilingi pihon besar dan sebrang jalan adalah jurang yang tidak ada lampi sama sekali ditambah tidak ada signal untuk mengubungi teman yang sidah dilokasi agar dapat menjemput kita. akhirnya kita puter-puter terus dari jalan 1 kejalan yang lain, dan akhirnya kami kembali ketempat dimana masih ada perkampungan dan mencari warga untuk bertanya, tetapi karena posisi hujan dan sangat gelap. sulit untuk mencari warga yang ada diluar rumah. Sampai akhirnya kami bertemu dengan seorang warga lokal yang sedang diluar rumah. kamu pun berkenti sejenak untuk bertanya jalan arah menuju Kp. Istal.
Sampai di Kp. Istal
Gerbang depan pukul 6:00
Dan tiba juga kami di Kp. Istal dengan keadaan basah kuyub. tapi itu semu terbalas ketika kami berteu dengan teman-teman disana. bercanda gurau. sampai akhirnya kami masuk kedalam aula Kp. Istal untuk mengikuti acara Kongres HIMADA Ke-V yang mana kami belum pernah samasekali menghadiri acara tersebut. Akhirnya acara demi acara pun selesai.
Dan dipagi harinya dapat menikmati suasana yang begitu indah dengan suguhan segelas kopi dan pemandangan gunung yang sangat indah.
Thank for reading, Semoga artikel ini bemanfaat untuk kamu. Jangan lupa komentar guna untuk perbaikan dan pembahasan di blog selanjutnya. Jangan lupa share juga 😉. See U