Decision Making Process

Decision Making Process


Memilih itu masih terasa sulit

Memilih untuk ikut atau tidak, prioritas A atau B, bahkan sampai memilih kamu atau dia.

Mencari mana yang lebih prioritas, mana yang lebih baik, dan mana yang bisa membawanya menuju hidup yang lebih baik. Padahal sebenarnya itu tidak sulit untuk dilakukan.

Kita tinggal memilih, lalu melakukannya. Just it. Tapi...

Seorang anak remaja di kampung ingin sekali mencoba untuk tidak menjadi orang yang selalu menjadi suruhan di kampungnya, dia ingin mencoba menolak, merasakan apa yang anak-anak lain rasakan. Bisa bermain saat ada kegiatan di kampung itu, bisa santai di rumah tanpa harus siap siaga disuruh-suruh warga di setiap kegiatan, bisa ikut bukber bareng teman-temannya tanpa harus menyiapkan persiapan salat taraweh dan sebagainya. 

Dia harus memilih antara kehidupan di kampungnya atau kebebasan dia sebagai remaja, seperti remaja lainnya.

Sebagai mahasiswa juga harus memilih, karena begitu banyak kegiatan yang bisa mahasiswa lakukan, ada organisasi A, B, C, D, E, F, U wk... lagu kali ah. Dia bingung untuk memilih kegiatan internal atau eksternal atau hanya menjadi mahasiswa "abu-abu".

Dia bingung masuk dalam pergaulan mahasiswa yang mana, apakah mahasiswa yang aktif, rajin, atau biasa saja. Belum lagi terkena doktrin-doktrin oleh kakak kelas yang membuatnya susah untuk memilih, alih-alih memilih malah menjadi 'anak domba yang dipermainkan'.

Apalagi sebagai seorang yang sudah cukup umur untuk berkeluarga, kuping mereka dipenuhi dengan omongan ibu-ibu di warung sayur, bapak-bapak di pos ronda dan teman-teman sebayanya yang sudah lebih dulu. "Kapan?"

Entah mana yang harus di lakukan, dan kebanyakan dari mereka melakukannya karena gengsi, tidak kuat mendengar perkataan orang lain. Akan tetapi banyak juga yang akhirnya memilih karena merasa sudah waktunya dan memang segala aspek yang dirasa sudah cukup.

Banyak aspek-aspek kehidupan selain cerita diatas seperti pekerjaan, pakaian, dan banyak lagi.

Yah... begitu memang. Sulit untuk memilih, seperti aku yang masih bingung pilih dia atau yang satu lagi :v.

Padalah sesuai judul blog ini, Decision Making Process, setiap kali kita memilih itu merupakan sebuah proses yang semua orang pasti lakukan, tidak semua orang melakukan yang dipilihnya lalu sukses. Selalu ada pilihan yang kurang tepat, maka dari itu mereka belajar, dan memperbaikinya.

Mencoba memahami dengan meneliti sehingga saat kamu memilih, maka tidak akan muncul rasa 'ah nyesel gue pilih ikut ini, pilih dia, pilih malah keluar'. Perlu adanya keberanian untuk mencari tahu jangka panjang setiap tindakan yang akan menjadi pilihanmu, seperti pepatah pernah berkata, 

"What kind of love do you have, if don't fight"

Alasan gue tulis ini karena begitu banyak hal yang gue dengar dari mereka yang bingung untuk memilih.

Tugas lu sebelum memilih adalah mempertimbangkan risk yang kemungkinan akan muncul, sehingga lu akan mudah untuk memillih.

Jika lu orang yang suka dengan tantangan, maka pilihlah yang memiliki risk besar, dan lu akan mencoba memperbaikinya. Tapi jika lu orang yang nggak mau ribet, pilih yang paling sedikit risk nya.

Lu pasti akan tau setidaknya 70% dari hasil reset yang sudah lu lakukan sebelum memilih. Jadi, paling tidak lu punya bayangan apa yang akan terjadi setelah lu memilih.

So, itu sedikit Thoughts kali ini yang bisa gue tulis, mudah-mudahan bisa menjawab pertanyaan yang sering muncul di kepala. Kalau ada yang mau bertanya silakan comment di bawah.

 Keep in touch!

See you, peace