Mengais Harapan Ditengah Kegelapan
ThoughtsMenyurakan Mereka yang Dilantarkan
Sebagai mahasiswa, kita dihadapkan pada kesempatan untuk mengabdi pada masyarakat melalui Program Kuliah Kerja Nyata (KKN). Namun, tidak semua kampus menyediakan persiapan yang matang untuk program ini. Ini ditujukan untuk kampus-kampus yang kurang baik dalam mempersiapkan program KKN bagi mahasiswanya. Tanpa persiapan yang memadai, bagaimana kami dapat memberikan kontribusi yang nyata dan mengharumkan nama kampus?
"KKN, Bukan Hanya Formalitas"
Sayangnya, bagi kampus tertentu, Program KKN menjadi sekadar formalitas yang harus dilaksanakan tanpa memperhatikan kualitasnya. Mahasiswa dianggap seperti "paksaan" yang harus berpartisipasi, tanpa memperhitungkan potensi kontribusi positif bagi masyarakat. Kampus, apakah kita hanya 'mengejar' angka atau memperhatikan dampak nyata yang kami bisa berikan?
"Seleksi Superficial, Dampak Super Lemah"
Kampus dengan persiapan KKN yang tak matang juga cenderung melakukan seleksi mahasiswa secara superficial. Kriteria seleksi terkadang hanya sebatas nominal akademik tanpa mempertimbangkan kemampuan, minat, dan relevansi dengan lokasi KKN. Tidak adanya pertimbangan ini membuat kami berjuang tanpa arah, sehingga dampaknya pun menjadi super lemah.
"Panduan & Identitas yang Mengecewakan"
Sindiran pun muncul terhadap buku panduan dan identitas dalam program KKN yang kami terima. Sebuah panduan sisaan, dan identitas yang begitu rupanya. Entah di kemanakan yang sudah kami bayarkan.
"Dampingan Selayaknya Bidadari"
Bidadari yang terbang di atas kepala, begitulah bayangan kami tentang pendampingan dalam KKN. Namun, kenyataannya adalah kami dibiarkan sendiri di tengah kesulitan, tanpa bimbingan yang cukup dari dosen atau pihak kampus. Tidak adanya pendampingan yang memadai menjadikan kami terombang-ambing dalam medan tanpa arah yang jelas.
Mungkin dampaknya bisa sampai seperti,
"Evaluasi Macet di Jalan Tol"
Kampus dengan persiapan KKN yang kurang baik juga cenderung melupakan evaluasi dan monitoring program. Evaluasi menjadi seperti kendaraan yang macet di jalan tol, tidak ada tindakan lanjutan yang diambil berdasarkan temuan dan masukan dari mahasiswa peserta KKN. Hasilnya, program KKN tahun demi tahun hanya berputar pada pola yang sama, tanpa perbaikan yang berarti.
Sama seperti tulisan sebelumnya. Banyak gagasan yang ingin di lontarkan soal program ini tapi, semua hal yang di lakukan seperti, mengais harapan di tengah kegelapan.
Oh ya... Lalu bagaimana dengan opini kalian?
So, pastikan KKN kalian bermanfaat untuk diri kalian dan lingkungan tempat kalian tinggal. Menurutku KKN itu bukan jadi program perkuliahan, tapi program orang tua dalam mengajak keluarganya bersosialisasi.
Buat kalian para mahasiswa, dimanapun kuliahnya, apapun jurusannya, Tetap semangat ya!