Memaknai Tiga Kebenaran
ThoughtsPersonal Truth
(Kebenaran Pribadi)
Political Truth
(Kebenaran Politik)
Objective Truth
(Kebenaran Objektif)
Sebenarnya gue atau loe bahkan sudah sadar dengan tiga kebenaran di atas. Hanya saja belum paham cara menggunakannya agar seimbang. Memahami perbedaan dari tiga kebenaran akan menjadi pintu gerbang kita untuk lebih kritis ketika memahami atau membagikan informasi.
Personal Truth, sebuah kebenaran yang sangat dipengaruhi oleh pendapat pribadi (personal bias) dari setiap orang. Bisa disebabkan karena kebiasaan, cara kita dibesarkan, latar belakang keluarga, agama atau kepercayaan.
Political Truth, sebuah kebenaran yang kurang akurat, tapi bisa diterima pubik sebagai kebenaran karena sering di ulang. Seperti kasus penemu lamu petama Thomas Alva Edison atau Joseph Swan, baca di sini. Atau sesuatu disekeliling loe yang menjadi kebenaran politik dan selama ini dianggap benar.
Objective Truth, sebuah kebenaran yang bisa dibuktikan secara ilmiah dapat bisa diuji berkali-kali dan menghasilkan hasil yang sama. atau bisa dsebut sebagai fakta.
Lalu, bagaimana cara menyadari dan memahami bias pada diri kita?
Pecaya terhadap Muhammad SAW sebagai Nabi terakhir atau Tuhan Yesus sebagai juru selamat, setiap Negara yang memberikan kebebasan dalam memeluk agama, maka ini adalah hak dari semua orang. So, the problem is ketika kita menggunakan persoal truth untuk memecahkan masalah yang seharusnya diselesaikan secara objektif dengan sains.
Contoh pada masalah-masalah dunia seperti pedebatan atara bentuk bumi yang bulat atau datar, ini adalah ranah objective truth, bukan personal truth. Uji sains telah membuktikan berkali-kali kalau Bumi bulat.
Dan lebih bahaya ketika kita memaksa personal truth saat objective truth sudah membuktikan, mana yang benar dan salah. Itu bisa menyebabkan kita melupakan kenyataan dan menganggap pemikiran kita lebih superior dari orang lain. Bahkan sampai menyatakan bahwa kelompok gue lebih superior dari yang lainnya.
Saat kita ngobrol dengan teman atau bestie, bertukar pikiran (perspektif) dengan rekan kerja, dan mencerna informasi dari media. Cobalah pahami mana persoal truth, political truth, dan objective truth.
Ketika kita dalam proses memecahkan masalah saat berada dipersimpangan, sadari akan tiga kebenaran ini. Misal, ketika loe punya orangtua PNS atau Dokter susah banget loe ajak debat kalo loe pengennya kuliah jurusan seni rupa atau informatika? Karena buat oangtua loe yang sudah belasan atau pulah tahun hidup dengan profesi tersebut, so, ini adalah personal truth mereka. Dokter atau PNS merupakan pilihan karir terbaik, baik dari sisi materi (uang) dan kepuasan batin. Loe akan sulit diskusi sampai menemukan solusi saat loe ikut beragumen dengan personal truth loe saja. Saat loe bilang nggak gue banget "itsn't my passion" dengan profesi PNS atau Dokter.
Coba loe bawa objective truth ke dalam diskusi. Seperti, cari data pengahasilan tertinggi orang-orang yang hidup dengan skill kesenian atau informatika. Apakah bisa menyamai atau bahkan melebihi dari dua pofesi yang orangtua loe mau? Loe cari cerita dari PNS atau Dokter yang pindah karier karena menemukan kebahagiaan di profesi lain. Niscaya, diskusi loe akan lebih masuk dan argumen loe akan kuat serta bisa diterima. Dan pastikan loe bisa bertanggung jawab dengan argumen yang loe ucapkan.
Ini sedikit cara memaknai tiga kebenaran, dan masih banyak lagi contoh aplikasi lain dalam hidup.
Let's begin how you manange your mind! coz,
"Success is liking yourself, liking what you do, an liking how you do it." - Maya Angelou
Seeya...
Source : You Do You
