Move On
ThoughtsMasih sayang mantan?
Dalam kehidupan tidak ada yang bisa menghalangi kebahagiaan kecuali takdir tuhan. Yang terjadi hanyalah lo terjebak dengan masa lalu di masa depan. Dan bukan hanya lo, ini bisa terjadi kepada siapapun, bakhan mantan lu juga.
Memiliki hubungan hidup yang bahagia adalah sesuatu yang setiap orang bisa kembangkan dan alami. So, jadilah diri lo yang terbaik dan keluar dari jebakan (kebiasaan) itu. Lo nggak akan bisa menjalani hubungan bahagia jika loe masih berjuang untuk menerima apa yang terjadi sebelumnya.
Banyak yang bilang "lebih baik mencintai dan kehilangan daripada tidak pernah mencintai sama sekali", dan itu benar. Gue tidak menyalahkan soal kalimat itu, tapi itu tidak memberi gambaran yang lengkap. Bisa di artikan lebih baik mencintai, kehilangan dan mempelajari tentang mengapa, tumbuh, lalu pindah, daripada mencintai, kehilangan dan tetap terobsesi dengan orang tersebut dan yang disalahkan.
Gue tau, sakit. Lo bingung karena belum menemukan jalan lain. Walapun waktu akan menyembuhkan itu, tapi ini suatu hal yan aktif bukan pasif. Jadi lo harus melakukan hal yang membuat lebih baik dari sebelumnya.
Sedikit tips dari gue untuk membantu proses Move On secara Aktif:
1. Memutus Kontak
Hal pertama yang lo harus lakukan adalah memutus kontak. Nggak peduli seberapa besar keinginan lu mendengan suaranya, melihat kesehariannya (mencarinya di sosial media) bahkan masih ingin mengucapkan selamat ulang tahun kepadanya. Bukan berarti benci, tapi ini proses.
Coba lakuin ini sebulan. Memastikan kalo lu nggak terobsesi padanya. Isi sebulan dengan fokus kepada diri sendiri, berusaha aktif untuk maju dan menemukan kebahagiaan diri sendiri. Habiskan waktu bersama teman, keluarga. Kalo dia hubingin lo, kasih kalo kalo lo butuh waktu sensiri dan mohon untuk tidak menggangu. Jangan mencoba-coba menjadi "teman" atau semacamnya, setidaknya tidak untuk sekarang.
2. Lihat Secara Realistis Kebelakang
Apa yang terjadi, bukan apa yang sebenarnya terjadi. Ini bukan tentang orang atau hubingan yang sebenarnya, ini tentang apa yang kita harapkan. Perpisahan itu seperti kematian. Jangan berfikir "seandainya", "sebenarnya", yang ada hanyanlah apa yang ada dan nyata. lihatlah apa yang terjadi sebenarnya, bukan bagaimana keadaan bisa berbeda.
Kalo lu terus ngedumel pada diri lu bahwa "Semuanya sempurna kecuali x" maka segalanya adalah tidak sempurna.
3. Rasakan Perasaa Pada Diri Lo
Perasaan tidak hilang hanya karena tidak diakui. Coba atasi amarah lu, kesedihan lu. Tuliskan semua hal yang tidak terucapkan, semua perasaan yang tidak diungkapkan. Kalo lu nggak mengeluarkannya, maka itu semua hanya akan berputar didalam selamanya, selama hidup lu.
Coba kasih diri lu batas atas duka ini. Biarkan diri lu merasakan perasaannya, atasi dan akui lah. Jangan menunda proses, terus berjalan. Biarkan diri lu mungkin dalam waktu satu sampai dua minggu, lalu bangkit dan lanjutkan.
4. Memaafkan
Mungkin dia tidak meminta maaf, atau lu yang tidak minta maaf kepadanya? So, maafkan lah dan meminta maaf. Ini bukan tentnag dia, ini tentang lu, Memaafkan = membebaskan sementasa Amarah = Meracuni.
Memaafkan buakn berarti menyetujui apa yang dia lakukan. Cobalah untuk mengingat bahwa orang tidak melakukan sesuatu dengan niat jahat. Mungkin dia melakukan sesuatu yang tidak benar sama lu, tapi sadarilah bawa itu bukan niatnya.
Lihat sesuatu dari sudut pandangnya, kalo lu bisa. Bisa jadi dia dibesarkan oleh keluarga nya dengan kasar dsb. Tapi setidaknya ini bisa ngasih lu beberapa perspektif yang bikin lu maju.
Pokoknya, ketahui bahwa [erilakunya tidak ada hubungannya dengan lu. Bagaimana perasaanya tentang lu adalah cerminan dari apa yang terjadi dengannya dan apa yang dia butuhkan karena siapa dia, bukan pernyataan tentang siapa lu. Fokus kedalam untuk merawat kesejahteraan diri lu. Jangan khawatir tentang apa yang terjadi dengannya, itu bukan urusan lu.
5. Ambil Hikmahnya
Selalu ada pelajaran untuk dipelajari. dan ketika lu mendapatkan pelajaran tersebut lu akan menjadi baik. Lu pasti udah belajar banyak hal, bahkan sesuatu tentang diri lu yang belum perla lu pelajari.
Jangan membuang waktu hanya untuk melihantnya. Cinta tak pernah sia-sia. Lu belajar dari pengalaman itu, yang bisa membawa lu lebih baik dihubungan selanjutnya, secara utuh.
6. Fokus Mencintai Diri Sendiri.
Mamaafkan diri atas kesalahan yang mungkin lu buat. Manusia tak luput dari kesalahan, nggak ada yang sempurna dan tidak mungkin melakukan kembali semuanya lagi. Satu-satunya hal yang bisa lu lakuin adalah belajar dan melanjutkannya. Sadarilah bahwa lu pantas mendapatkan yang sesuai dari yang lu inginkan. Seseorang yang memperlakukan lu dengan baik, mencintai lu dengan penuh, sama seperti lu mencintainya.
Bangun kembali hubungan yang paling pentinf, hubungan yang udah lu miliki dengan diri sendiri. Lakukan hal yang membuat lu terinspirasi dalam hidup.
SO
Kita tahu bahwa cinta saja tidak cukup, tetapi ketika hati kita hancur, pengetahuan itu tidak membantu kita sembuh. Lu tahu lu tidak cocok satu sama lain — fakta bahwa lu putus adalah tanda pamungkas dari itu. Tetapi lu dapat mencintai seseorang bahkan ketika dia tidak cocok untuk lu, dan bagaimana lu melanjutkan hidup ketika lu masih mencintainya?
6 langkah ini benar-benar bermuara pada satu hal — menjaga diri sendiri. Jika lu tidak dapat merawat diri sendiri, lu tidak dapat merawat orang lain dan lu tidak dapat memiliki hubungan yang bahagia.
Fokus pada lu. Ketahuilah bahwa nilai lusendiri tidak bergantung pada pendapat siapa pun tentang lu. Ketahuilah bahwa lu pantas untuk bahagia . Ketika lu benar-benar mendapatkan ini, jauh di lubuk hati, cinta akan datang.
