Berharap Bisa Jujur Kepada Diri Sendiri
daily-blog ThoughtsAda banyak faktor yang menyebabkan seseorang membicarakan kita. Bisa jadi karena mereka tidak menyukai kita secara umum atau merasa iri, atau bisa jadi justru kita yang memang salah.
Dari sini kita belajar untuk mengurangi dari apa yang dipikirkan orang lain, dan 'ngak apa-apa' untuk menerima itu sebagai bagian dari kritik atas pendapat itu sendiri. Karena ada perbedaan antara menerima nasihat dan kritik yang sehat vs menerima penilaian yang sama sekali enggak ngebantu merubah pola pikir kita.
Nasihat yang baik biasanya berasal dari orang yang percaya atas pendapat mereka bisa membantu kita menjadi lebih baik.
Semakin sukses/hebat kita, semakin banyak yang membicarakan kita, oleh karena itu dititik ini sama sekali tidak ada gunanya kita diam dan hanya mendengarkan omongan mereka yang membuat kita lambat untuk berkembang. Oleh karena itu kita harus mengakui siapa diri kita atau apa yang kita inginkan. Kemudian kita akan mengetahui pendapat mana yang akurat dan mana yang tidak. Karena pendapat kadang-kadang dibandingkan sebagai fakta ketika kita tidak yakin dan tidak faktual.
Pendapat hanyalah sudut pandang, penilaian, atau asumsi yang berbeda dari apa yang mereka pikirkan tentang kita. Kenyataannya enggak banyak yang tahu apa yang terjadi dibalik pintu tertutup. Pikiran manusia sering kali sangat ingin tahu tentang bagaimana teman mereka memandang mereka sehingga mereka menjadi tidak aman dan melakukan hal yang tidak diinginkan.
Kita menjadi tidak aman sampai pada titik di mana pemikiran dan keyakinan orang lain membentuk kembali keputusan kita. Apakah itu mengubah beberapa bagian dari rutinitas kita yang biasa karena orang lain menganggapnya tidak normal atau tidak melakukan lompatan menuju ide baru karena rekan lain berpikir itu tidak akan berhasil. Itu adalah cara sempurna untuk menjalani kehidupan yang tidak bahagia dan tidak aman.
Hanya berharap dan percaya bahwa banyak yang membaca ini tidak ingin menjalani kehidupan seperti itu. Oleh karena itu, mari berhenti sejenak untuk bertanya pada diri sendiri apakah yang dikatakan orang lain itu benar sebelum melompat ke asumsi tentang orang lain yang sedang berbicara. Jika itu tidak benar, maka kita lebih tahu untuk tidak peduli dengan penilaian dan terus maju. Atau sebaliknya, jika itu benar, maka kita harus service dan ganti oli diri sebelum melanjutkan perjalanan.
Hidup ini terlalu singkat untuk memedulikan apa yang dipikirkan orang lain, karena setiap individu memiliki keunikan dengan caranya masing-masing, dan kita tidak akan pernah mencapai potensi penuh pada diri kita dengan melakukannya. Gue berharap ada seseorang yang mau mengajari ini lebih cepat, karena terkadang gue masih bergumul dengan ini.
Dulu gue terlalu peduli dengan pendapat orang lain ketika gue harus hidup berdasarkan pendapat gue sendiri dan tidak membiarkan orang lain mengubah siapa gue. Terlalu memedulikan pendapat orang lain tentang kita dapat mempengaruhi kita untuk mengubah kepribadian kita dan kemudian seluruh diri kita.
Mengubah seluruh diri kita atas pendapat orang lain lebih dari kesalahan besar, tetapi dampak penyesalan terdapat pada masa depan kita.
You can't connet the dots looking forward, you can only connet the dots looking backwards. -Steve Jobs
Mungkin saja, mengambil pendapat orang tentang kita ke dalam hati, akan mencegah kita mengejar impian karena kitab tidak keluar dari zona nyaman yang sedang kita alami, dan sebaliknya, kita akan kehilangan keinginan untuk mengambil risiko, yang merupakan keharusan untuk mencapai impian besar.
Jika kita hidup dengan pendapat orang lain, maka pada akhirnya, bisa jadi kita adalah satu-satunya yang akan menanggung akibatnya. Misalnya, memilih untuk tidak menindaklanjuti tujuan kita karena pendapat orang lain tentang "itu tidak akan berhasil" atau "itu tidak mungkin" akan membebani kemungkinan kita melakukannya.
Masing-masing dari kita memiliki kekuatan untuk membuat pilihan kita sendiri dengan memilih untuk membiarkan pendapat mendapatkan yang terbaik dari kita atau melewatinya dan terus menjadi diri kita sendiri dengan berjuang menuju masa depan yang ingin kita jalani.
Menjadi tanggung jawab kita untuk tidak memedulikan pemikiran dan pendapat orang lain karena jika kita terobsesi dengan apa yang dipikirkan orang lain, maka kita akan melupakan siapa diri kita. Ini juga ada hubungannya dengan bagaimana kepedulian begitu perlahan membuat kita menjadi orang yang menyenangkan, dan lebih dari sulit untuk membuat semua orang puas. Melepaskan pendapat orang lain atau bagaimana mereka akan menilai kita akan membuat jiwa kita lebih bebas, dan kemudian akan menemukan siapa diri kita.
Jujurlah pada diri sendiri! Karena pendapat orang lain tidak layak untuk mengubah diri sendiri, kepribadian, gaya hidup, dan tujuan kita, karena kita hanya memiliki satu kehidupan di dunia. Hiduplah sesuai dengan apa yang kita inginkan dan masa depan yang kita inginkan, nantinya, menjadi kenyataan. Tanpa membohongi diri, merugikan atau 'memanfaatkan' orang lain.
