Sepertinya Dia Menjadi Jauh

Sepertinya Dia Menjadi Jauh



Hi, apa kabar? 

Kamu lagi sibuk apa?

Akhir-akhir ini kok beda rasanya, seakan ada yang jauh. Entah itu hanya prasangka burukku saja atau benar adanya!

⧫⧫⧫

Hampir setiap pasangan pernah mengalami kejenuhan, kepanikan, dan ketidakpastian yang terjadi ketika satu diantara mereka mulai menarik dirinya. Bisa terjadi tiba-tiba, atau mungkin ada sesuatu yang memicunya. Bagaimanapun itu adalah perasaan yang menyedihkan, membuat satu diantaranya lemah tak berdaya, dan sebagainya.

Selalu ada yang mempertanyakan, apa yang terjadi, kenapa dia begini, atau apa yang aku lakukan kepadanya sampai terjadi perubahan seperti ini?

Dari sekian banyak orang yang gue tanya saat merasakan hal itu, dan gue menyimpulkannya kedalam 3 bagian, yaitu:

3 Kemungkinan Alasan Dia (He/She) Menjauh 


1. Dia Stress

Sebagai manusia pasti merasakan kesulitan/maslah yang berbeda, bisa terjadi dalam pekerjaan, kekeluargaan, dan pendidikan, begitu pun dalam menyelesaikan masalahnya. 

Contoh sederhana; bagi sebagain pria ketika memiliki masalah biasanya menghindari dunia, lebih banyak menyendiri bahkan rela pergi ke gua untuk mencari ketenangan. Sikap ini biasnya sulit dipahami oleh wanita, karena wanita biasanya ketika ada masalah insting pertama mereka adalah membicarakannya, mencari teman atau orang yang dicintai. 

Dari sini mungkin hal itu terjadi. Karena kamu atau dia tidak memberi ruang untuk melakukannya.

Mengatasi masalah bukan berarti harus terus berdua, merencanakan dan menyusun strategi serta mencari solusi. Terkadang itu berarti sepenuhnya melepaskan diri dari situasi untuk sementara waktu.

Misal, Jika dia mengalami kesulitan yang berasal dari sumber eksternal, seperti pekerjaannya atau mengalami masalah emosional internal, Kita harus memberinya ruang untuk menyelesaikannya. Jika dia ingin berbicara tentang hal itu, pasti dia akan menghubungimu, dan kamu harus bisa mendengarkannya, bukan menjadi waktu kamu bersuara. Kecuali ketika dia memberimu pertanyaan atau menginginkan saran. 

Hal terbaik yang kamu bisa lakukan adalah memberinya dukungan, memberitahu kepadanya bahwa kamu ada jika dia memubutuhkan, dan biarkan dia untuk sementara waktu.

2. Kamu/Dia Terlalu Berlebihan, Membuatnya Tertekan

Berlebihan bukanlan sekumpulan perilaku, melainkan keadaan pikiran. Jika dia merasa kamu membutuhkannya sekedar untuk merasa baik-baik saja dalam hidupmu, atau bahwa dia membutuhkannya untuk mengisi semacam kekosongan emosional untukmu, dia secara naluriah akan menarik diri. Itu hanya tanggapan manusia setiap kali seseorang menginginkan sesuatu dari kita.

Pria ingin merasa diinginkan, bukan dibutuhkan. Ini adalah perbedaan penting yang diabaikan oleh kebanyakan wanita.

Begini contohnya. Gue akan mengambil situasi dan melihat bagaimana wanita yang membutuhkan dan tidak membutuhkan dalam menanggapinya. Katakanlah seorang pria benar-benar sibuk bekerja dan tidak punya waktu untuk mengirim pesan kepada pasangannya. Seorang wanita yang tidak membutuhkan mungkin mengirimi dia SMS hanya karena dia memikirkannya dan ingin memberi tahu dia. Mungkin dia merindukannya, mungkin dia tahu dia berada di bawah banyak tekanan dan ingin menunjukkan dukungannya. Dia tidak membalas tetapi, dia tidak bermaksud membiarkan pesan itu, dia benar-benar sibuk dan dia akan menghubunginya lagi nanti.

Sekarang mari kita ambil situasi yang sama tetapi wanita itu berada di tempat yang lebih membutuhkan. Dia menganggap kurangnya SMS sebagai tanda dia kehilangan minat (kurangnya kasih sayang). Dia mulai panik dan segera mengirim sms padanya. Tidak masalah apa yang dia katakan dalam teks ini, dia mungkin mengatakan hal yang sama dengan yang dikatakan wanita yang tidak membutuhkan, yang penting adalah niat di baliknya. Dia tidak mengirim pesan untuk menunjukkan bahwa dia peduli atau menawarkan dukungannya… dia mengirim pesan karena dia ingin tahu bagaimana  perasaannya . Dia menginginkan kepastian bahwa semuanya baik-baik saja, bahwa hubungan itu masih dalam jalur. Jika dia mendengar kabar darinya, dia merasa lega… untuk saat ini. Jika tidak, dia menghabiskan sepanjang hari berputar-putar dan membayangkan skenario terburuk.

Pria memang menikmati berada dalam hubungan (ketika dengan wanita yang tepat), tetapi pada saat yang sama, kebanyakan pria memiliki ketakutan yang sangat besar terjebak dalam situasi dengan wanita yang menghisapnya hingga kering dan membuat mereka merasa terkuras dan tidak bersemangat.

Hidup ini cukup sulit… siapa yang ingin menjalin hubungan yang membuat segalanya menjadi lebih sulit? Siapa yang mau menambah stres dalam hidup mereka?

Ketika kamu memiliki banyak hal yang terjadi dalam hidup, sudah merasakan bahagia dan puas, dia akan melihat hubungan tersebut sebagai sumber kegembiraan dan inspirasi dan ini akan menariknya.

3. Meragukan Hubungannya

Keraguan itu normal, terutama saat hubungan semakin dalam. Itu tidak berarti apa-apa tentang kamu atau seberapa hebat pacar kamu. Mungkin dia belum siap untuk sesuatu yang begitu serius, atau mungkin dia sedikit tidak yakin apakah kamu benar-benar wanita/pria yang dia lihat menghabiskan sisa hidupnya bersamanya.

Dua orang bisa sangat mencintai satu sama lain dan tetap tidak cocok satu sama lain dalam jangka panjang. Mungkin terjadi sesuatu yang memicu keraguan ini (perkelahian, kecemburuan, kurangnya kepercayaan, dll.) atau mungkin terjadi secara tiba-tiba. Jangan buang waktu kamu menganalisis situasi untuk menunjukkan dengan tepat kesalahan kamu/dia, ini hanya akan membuat kamu gila.

Alih-alih, berilah dia ruang dan fokuslah pada diri sendiri untuk saat ini karena hanya itu yang dapat kamu lakukan. Kamu tidak dapat memaksanya untuk merasakan hal tertentu tentang dirimu, tidak dapat memaksanya untuk menginginkan jenis hubungan yang kamu inginkan, jadi menghabiskan waktu dan energi untuk mengubah perilakunya atau perasaannya adalah pemborosan.

Waktu itu jauh lebih baik dihabiskan untuk berinvestasi pada diri sendiri dan menjadi diri kamu yang terbaik. Ketika kamu melakukan ini, pasti selalu menang. Baik dalam kehidupan maupun dalam hubunganmu dengannya. Namun, jika kamu dalam kondisi terbaik dan dia memutuskan untuk menyerah, maka tidak ada alasan untuk menyesal.


⧫⧫⧫

Gimana...? ini kan cuma opini gue aja, entah apapun anggapan lo tentang ini. Yang terpenting adalah lu bisa bahagia saat bersamanya, pun yang diarasakan saat bersama lu. 

Well... Anyway I used to be obsessed with you and I guess I still am :) A N J A Y wk...




Keep in touch!

See you, peace